Presiden Prabowo Subianto meminta perbankan bersedia menyalurkan pembiayaan bagi industri tekstil untuk mendorong peremajaan mesin. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga keberlangsungan industri tekstil sebagai salah satu sektor penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Pemerintah menyiapkan insentif seperti tax holiday dan tax allowance serta merencanakan kawasan terpadu dari hulu ke hilir untuk menarik investasi dan mempercepat adopsi teknologi baru di industri tekstil. Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan memperketat impor pakaian bekas, merevisi Pertek yang menghambat masuknya bahan baku, serta meninjau fleksibilitas PKWT dan kebijakan PPN untuk mendukung kompetitivitas industri tekstil dan garmen, terutama yang berorientasi ekspor.
