Politik Antisains Prabowo Subianto

Pernyataan-pernyataan Presiden Prabowo berupa kata-kata mengumpat seperti “goblok”, “antek asing”, dan “londo ireng” dinilai oleh sebagian besar kalangan sebagai tidak patut dan menegaskan posisi Prabowo yang antisains. Hal ini menunjukkan bahwa Prabowo tidak senang dengan mereka yang gencar mengkritik pemerintahannya dan bahkan menuding sebagian kritikus tersebut menyampaikan fitnah.

Prabowo diidiomkan berkuping tipis atau yang dikenal dalam bahasa latin “Aures habent et non audient” artinya seperti punya telinga tetapi tidak bisa mendengar, punya mata tapi tak dapat melihat, dan punya mulut tapi tidak mampu berbicara. Prabowo seperti berjalan dengan kacamata kuda.

Rezim Prabowo dinilai lebih memiliki rezim antisains alergi terhadap kritik dan “tuli” terhadap data. Kekuasaan yang antisains cenderung fasistis yang hanya cenderung percaya kepada entitas kekuasaannya. Fasisme sering bersikap “cherry picking” yang akan sulit percaya pada capaian sains yang mengancam kekuasaannya dan permisif terhadap produksi pengetahuan yang sejalan dengan ideologinya. Pada intinya, politik antisains merupakan gejala fasisme yang berbahaya, bentuk sempurnanya hanya tinggal menunggu waktu.

Search