Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri penutupan Kongres VI Partai Demokrat, di mana Prabowo membahas berbagai isu strategis, termasuk potensi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pemimpin masa depan. Ia menyoroti usia AHY yang masih relatif muda dan membuka kemungkinan baginya untuk mencalonkan diri sebagai presiden di masa mendatang. Selain itu, interaksi antara AHY dan Gibran juga disinggung sebagai potensi persaingan yang sehat dalam dinamika politik nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menanggapi usulan internal Partai Gerindra yang menginginkannya kembali maju pada Pemilihan Presiden 2029. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut akan bergantung pada keberhasilannya selama masa kepemimpinan. Jika kinerjanya dalam empat tahun pertama tidak memuaskan, ia mengisyaratkan bahwa tidak akan mencalonkan diri kembali. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa ia menghormati kepemimpinan sebelumnya dan telah meminta masukan dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono serta Presiden ke-7 Joko Widodo, menepis anggapan bahwa keterlibatan mereka dalam pemilu bersifat intervensi.
Prabowo juga menyoroti rencana pembangunan strategis, salah satunya proyek tanggul laut raksasa yang akan membentang dari Banten hingga Gresik. Proyek ini dinilai sebagai langkah vital untuk melindungi wilayah pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman abrasi dan kenaikan permukaan air laut. Dengan kesiapan anggaran yang telah dipastikan, ia menugaskan AHY selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan untuk segera merealisasikan proyek tersebut demi keberlanjutan pembangunan nasional.