Israel membunuh sejumlah personel TNI di Lebanon yang menjadi bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) untuk menjaga perdamaian. Peristiwa tersebut, menurut Ketua Bidang Garapan (Bidgar) Hubungan Luar Negeri Pimpinan Pusat Persis, Arip Rahman menjadi momen bagi pemerintah Indonesia untuk belajar dan menegaskan posisinya di Dewan Perdamaian (Board of Peace/ BoP).
Dia menegaskan, jangan sampai nanti Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Rafah tapi keselamatannya tidak terjamin. Apa yang terjadi di Lebanon yakni wafatnya personel TNI, jangan sampai terjadi ketika nanti TNI dikirim ke Rafah, Palestina. Maka, peristiwa yang menimpa TNI di Lebanon menjadi pelajaran bagi pemerintah Indonesia untuk memikirkan ulang rencana mengirim pasukan ke Palestina.
Menurut Arip pemerintah Indonesia bisa menekan Donald Trump di momen ini. Kalau memang Trump ingin Indonesia hadir di BoP dan mengirim pasukan ke Palestina, maka Trump harus bisa membuktikan adanya perlindungan terhadap TNI dan umat Islam di Lebanon serta Palestina.
