Pj Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana mengatakan, alih fungsi lahan di wilayah perbukitan dan pegunungan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir serta tanah longsor di beberapa daerah di Jateng. Hal itu disampaikan Nana seusai meninjau Desa Kasimpar di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang terdampak longsor dan menyebabkan lebih dari 20 warga tewas. Dia menambahkan, banjir yang terjadi di Kabupaten Brebes, misalnya, juga disebabkan adanya alih fungsi lahan di daerah hulu.
Terkait itu, Nana mengakui masih pentingnya edukasi mengenai lingkungan kepada masyarakat. Pada Senin (20/1/2025) lalu, banjir dan tanah longsor melanda menerjang sejumlah desa di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Desa Kasimpar menjadi yang paling parah terdampak. Sejauh ini sebanyak 22 orang dilaporkan tewas akibat tanah longsor di Petungkriyono. Terdapat empat warga yang masih dinyatakan hilang.
Nana Sudjana mengungkapkan, tiga jembatan yang menghubungkan Kecamatan Petungkriyono dengan Kecamatan Doro rusak atau putus akibat terdampak arus banjir. Untuk membuka akses ke lokasi-lokasi terdampak, Pemprov Jateng akan membangun jembatan Bailey. Selain Pekalongan dan Brebes, terdapat sejumlah daerah di Jateng yang turut dilanda banjir atau tanah longsor pada Senin lalu. Mereka antara lain Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pemalang, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Sragen.