Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh memutuskan untuk kembali menunda demo yang direncanakan digelar hari ini, Senin (24/11/2025). Keputusan ini diambil setelah pemerintah resmi menunda pengumuman kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2026 yang seharusnya dilakukan pada Jumat (21/11/2025). Kendati demikian, Said memastikan aksi buruh tetap akan digelar menjelang pengumuman resmi kenaikan UMP.
Selain aksi tersebut, Said juga mengklaim bahwa buruh telah menyiapkan rencana mogok nasional yang akan diikuti oleh sekitar 5 juta buruh di seluruh Indonesia. Aksi mogok itu akan digelar apabila Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) memaksakan pengumuman penetapan upah yang tidak sesuai dengan tuntutan buruh.
Serikat buruh menawarkan tiga opsi perhitungan kenaikan UMP 2026. Opsi pertama, buruh mengusulkan kenaikan UMP di seluruh Indonesia pada kisaran 8,5 persen hingga 10,5 persen. Opsi kedua adalah kenaikan sebesar 7,77 persen. Opsi ketiga merupakan kenaikan paling rendah, yakni 6,5 persen. Menurut Said, angka ini setara dengan persentase kenaikan upah minimum 2025 yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
