Pemerintah Kerahkan Pendamping Keluarga Pulihkan Trauma Penyintas Bencana Sumatera

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menyatakan, pemulihan psikologis keluarga sebagai bagian penting dari penanganan pascabencana. Setelah fase pemulihan infrastruktur dan kesehatan oleh lintas kementerian, Kemendukbangga/BKKBN mengerahkan jajaran dan jejaring pendamping keluarga untuk menangani dampak trauma yang dinilai mengancam ketahanan keluarga.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menginstruksikan perwakilan BKKBN di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendata serta membantu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdampak, sekaligus menggerakkan TPK di wilayah yang relatif aman untuk mendampingi warga sekitar dalam pemulihan trauma pasca bencana. TPK dinilai paling memahami pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya setempat.

Di Aceh, pendampingan trauma dilakukan melalui aktivitas ramah anak seperti permainan sederhana, bernyanyi, dan kegiatan kelompok yang melibatkan kader, remaja Generasi Berencana (GENRE), serta anggota keluarga. Pendekatan ini diarahkan untuk memulihkan rasa aman anak-anak dan menurunkan tingkat kecemasan pascabencana.

Search