Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch. Fatkoer Rohman mengatakan, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang masih rendah, khususnya pada matematika, menunjukkan perlunya pembenahan pembelajaran di sekolah. Menurut Fatkoer, rendahnya nilai matematika di TKA menunjukkan pola pembelajaran di sekolah masih belum menyentuh kemampuan berpikir siswa.
Fatkoer mengatakan, kondisi ini membuat siswa kesulitan ketika menghadapi soal yang membutuhkan logika, analisis, dan penalaran. Padahal, kemampuan itulah yang diukur dalam TKA. Ia kemudian mencontohkan, masih adanya siswa SMA yang mengandalkan hitungan jari untuk operasi dasar matematika. Hal ini, kata Fatkoer, menjadi tanda bahwa persoalan pemahaman konsep sebenarnya sudah terjadi sejak jenjang awal dan terus terbawa hingga tingkat menengah. Oleh karena itu, Fatkoer menegaskan, TKA seharusnya tidak direspons dengan memperbanyak metode drilling soal saja. Tetapi siswa harus diajak berpikir, berdiskusi, mencoba, dan menemukan konsep dalam pembelajaran.
