Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pembenahan ekosistem perberasan nasional. Upaya ini dinilai tidak hanya untuk menjaga stabilitas pangan, tetapi juga demi mengangkat kesejahteraan petani.Amran menyoroti praktik curang yang selama bertahun-tahun merusak tata niaga beras, mulai dari beras oplosan hingga permainan harga oleh segelintir pelaku usaha besar.
Ia menyebutkan hasil dari berbagai langkah pembenahan mulai terlihat. Serapan gabah oleh Bulog melonjak dari 3.000 ton per hari menjadi 6.000 ton per hari. Cadangan beras pemerintah kini mencapai 4,2 juta ton, jauh lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya sekitar 1 juta ton.
Kebijakan penyerapan gabah yang lebih agresif membuat harga gabah petani terjaga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di kisaran Rp6.500 per kg. Dampaknya, Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2025 tercatat 122,64, menunjukkan peningkatan nyata kesejahteraan petani.