Mensos: Sekolah Rakyat untuk Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Kementerian Sosial (Kemensos) akan mendirikan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa program ini akan difokuskan pada anak-anak yang berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi rendah, terutama yang orang tuanya hanya berpendidikan SD dan anaknya berisiko tidak melanjutkan ke SMP. Selain faktor ekonomi, Kemensos juga akan menerapkan seleksi akademis untuk memastikan anak-anak yang masuk memenuhi kriteria pendidikan yang telah ditetapkan.

Sekolah Rakyat akan mengadopsi konsep sekolah berasrama, memberikan pendidikan unggulan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar program ini segera direalisasikan pada tahun 2025. Sebagai langkah awal, Kemensos tengah mematangkan aturan serta mekanisme seleksi yang akan diterapkan. Program ini bertujuan agar anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pendidikan berkualitas dan memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Salah satu lokasi yang sedang dipertimbangkan untuk Sekolah Rakyat adalah Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) di Bekasi, yang sebelumnya digunakan sebagai pusat rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas netra. Jika program ini berjalan, layanan rehabilitasi akan dialihkan ke kompleks lain dalam kawasan tersebut. Dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, diharapkan Sekolah Rakyat dapat segera beroperasi guna memberikan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Search