Setiap dua menit, satu warga Indonesia meninggal dunia akibat kanker. Fakta ini diungkap langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu (4/2). Menurut Menkes, tren kasus kanker di Indonesia terus meningkat signifikan. Dari berbagai jenis kanker, kanker payudara menjadi penyumbang angka kematian tertinggi.
Ironisnya, sekitar 70 persen pasien baru datang ke fasilitas kesehatan saat penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Kondisi tersebut membuat peluang kesembuhan menurun drastis. Budi menyayangkan masih kuatnya anggapan di masyarakat bahwa kanker adalah vonis mati. Pemahaman keliru ini membuat banyak orang enggan menjalani skrining atau pemeriksaan dini, padahal langkah tersebut sangat menentukan peluang kesembuhan.
Rantai ketakutan ini terlihat jelas dalam data skrining, dari 40 juta perempuan berisiko kanker payudara, hanya 4 juta yang mau periksa. Dari jumlah itu, 400 ribu melanjutkan ke rumah sakit, dan yang benar-benar menjalani pemeriksaan lanjutan bahkan tak sampai 4 ribu orang. Ia menekankan, kunci menekan angka kematian akibat kanker bukan hanya soal kecanggihan teknologi medis, melainkan keberanian masyarakat untuk melakukan deteksi dini sebelum terlambat.
