Mendukbangga: Child Grooming Sudah Jadi Ancaman Nyata, Bukan Lagi Teori

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik child grooming yang sering kali dibungkus dengan perhatian dan kasih sayang palsu, karena dapat menjadi pintu masuk kekerasan terhadap anak. Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji untuk menanggapi maraknya perbincangan publik terkait child grooming, terutama setelah aktris Aurelie Moremans menerbitkan buku memoar berjudul “Broken Strings” yang mengungkap pengalamannya sebagai korban kekerasan selama meniti karier.

Wihaji menjelaskan bahwa child grooming merupakan bentuk manipulasi yang pada awalnya tampak sebagai perhatian tulus, kasih sayang, dan kebahagiaan bagi anak. Namun, secara bertahap pelaku melakukan pencucian otak agar anak semakin bergantung dan memberikan kepercayaan berlebih.

Menurut Wihaji, pelaku child grooming biasanya merancang tahapan-tahapan tersebut dengan sangat rapi dan terencana. Jika masyarakat tidak peka dan berhati-hati, kondisi tersebut berpotensi berujung pada berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. Wihaji menambahkan bahwa upaya pencegahan kekerasan tidak hanya ditujukan kepada anak, melainkan juga bagi seluruh anggota masyarakat. Ia menekankan peran penting edukasi dalam membentuk perilaku yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Search