Mendikdasmen Ajukan Anggaran Tambahan Rp181 Triliun, Pastikan tak untuk MBG

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp181 triliun ke DPR tidak untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun, ia mengakui Program MBG adalah bagian tak terpisahkan dari Kemendikdasmen. Terkait MBG Abdul Mu’ti menyampaikan, menurut laporan terakhir Sekretariat Jenderal Kemendikdasmen, penerima MBG saat ini sebanyak 49.614.433 siswa, dari total 53.394.088 siswa sekolah, atau telah mencapai 93 persen dari total siswa di seluruh Indonesia, sedangkan yang belum menerima sebanyak 3.780.445 siswa.

Untuk ABT, program pertama yang diajukan Mendikdasmen yakni anggaran untuk program revitalisasi 20 ribu satuan pendidikan karena saat ini masih banyak yang dalam kondisi rusak dan cukup memprihatinkan. Program kedua yakni digitalisasi pendidikan, di mana setiap satuan pendidikan akan mendapat tambahan alokasi IFP (Interactive Flat Panel) atau Panel Interaktif Digital (PID). Rencananya, di tahun 2026 ini, Kemendikdasmen akan mendistribusikan IFP untuk lebih dari 325 ribu satuan pendidikan.

Program lain yang sudah disetujui DPR adalah program beasiswa untuk guru yang belum meraih jenjang pendidikan Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) sebesar Rp3 juta per semester. Guru honorer juga mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dalam usulan ABT yang telah diajukan oleh Kemendikdasmen ke DPR itu guru honorer akan mendapatkan tambahan insentif dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu.

Search