Keluhan kesehatan mental dilaporkan kerap meningkat selama Ramadan. Apa sebabnya? Temuan tersebut disampaikan oleh Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, berdasarkan analisis data kesehatan pengguna Halodoc yang dirangkum dalam laporan Indonesia Health Insights Q1 2026. Analisis ini menggunakan data pasien yang berkonsultasi via Halodoc pada periode Ramadan 2025.
Menurut Fibriyani, jenis keluhan kesehatan masyarakat selama Ramadan cenderung berubah dari minggu ke minggu. Pada awal Ramadan, masyarakat lebih banyak berkonsultasi terkait masalah fisik seperti gangguan lambung dan pencernaan. Namun, memasuki pertengahan bulan puasa, keluhan mulai bergeser ke kesehatan mental. Ia menjelaskan bahwa peningkatan tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat sejak minggu pertama puasa. Namun, intensitasnya terus meningkat hingga mencapai puncak pada minggu ketiga Ramadan.
Data menunjukkan bahwa keluhan kecemasan tersebut meningkat hingga 27 persen dibandingkan rata-rata periode sebelum Ramadhan. Fibriyani mengatakan, peningkatan kecemasan selama Ramadhan tidak hanya dipicu oleh perubahan pola hidup, tetapi juga berbagai tekanan sosial dan emosional yang muncul menjelang Idulfitri. Salah satu faktor yang sering muncul adalah tekanan ekonomi serta ekspektasi sosial selama Ramadan dan Lebaran.
