Berkurangnya tutupan hutan di lereng Gunung Slamet diduga menjadi salah satu pemicu banjir bandang Sungai Kali Gung yang menerjang kawasan Objek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (20/12/2025). Hal ini diakui oleh Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman.
Ischak menilai alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian sayuran ikut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir bandang. Oleh karenanya, hal ini harus segera diatasi dengan segera melakukan penghijauan ulang. Ia mengatakan, pengawasan lintas sektor akan diperkuat bersama TNI-Polri, Perhutani, BKSDA Jawa Tengah, hingga pemerintah pusat untuk memetakan dan menangani lahan-lahan kritis, terutama di kawasan hutan lindung.
Banjir bandang yang terjadi di Objek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Guci merusak sejumlah fasilitas wisata, mulai dari Taman Wisata Alam (TWA) Pancuran 13 milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, Pancuran 5 milik Pemerintah Kabupaten Tegal, hingga kolam renang milik swasta yang tertimbun material tanah dan batuan. Selain wahana wisata, banjir bandang juga merusak jaringan pipa air panas milik warga serta pelaku usaha penginapan dan perhotelan. Ischak mengatakan, meski banjir tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, dampaknya cukup signifikan terhadap infrastruktur penunjang wisata dan ekonomi warga.
