Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi memproyeksi harga minyak mentah dunia terus melanjutkan kenaikan menuju level US$150 per barel dalam hitungan dua hingga tiga minggu ke depan. Potensi tersebut sangat mungkin terjadi jika Selat Hormuz tetap tertutup bagi kapal tanker. Pernyataan al-Kaabi kepada Financial Times dalam sebuah wawancara yang dirilis Jumat (6/3) tersebut muncul hanya beberapa jam sebelum adanya laporan bahwa Kuwait, salah satu anggota pendiri OPEC itu telah mulai menghentikan produksi di beberapa ladang minyak.
Saat ini, Kuwait tak lagi memiliki tempat untuk menyimpan pasokan minyak selama lalu lintas di Selat Hormuz masih lumpuh total. Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, Kuwait juga sedang mendiskusikan pemotongan produksi lebih lanjut, termasuk operasi penyulingan, ke tingkat yang hanya mencukupi kebutuhan domestik.
Awal pekan ini, perusahaan energi negara Qatar telah menghentikan produksi LNG di pusat Ras Laffan, kompleks LNG terbesar di dunia, dan kemudian mengeluarkan pemberitahuan force majeure kepada para pembeli. Langkah itu diambil menyusul serangan pesawat nirawak di fasilitas tersebut, serta hampir terhentinya lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz.
