Para pekerja sektor non-formal seperti Asisten Rumah Tangga (ART), ojek online (ojol), pedagang sayuran, dan profesi non-formal lainnya kini bisa lebih banyak mengambil Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP). Pasalnya, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menambah persentase penyaluran dana FLPP bagi sektor non-formal menjadi 15 persen pada tahun 2026. Pada tahun 2025 alokasi KPR FLPP untuk sektor non formal sebesar 10 persen.
Secara total capaian realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2025 mencapai 278.868 unit dengan nilai sebesar Rp 34,64 triliun. Angka ini sangat jauh dari target yang ditetapkan sebanyak 350.000 unit untuk tahun 2025. Walaupun tidak sampai ke titik 350.000 unit, namun pencapaian tahun ini secara kuantitas adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran dana FLPP sejak tahun 2010.
