Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bila korban bencana di Simatera Utara membutuhkan asupan protein untuk gizi mereka. Sarden, kornet, ikan serta sayur-mayur sudah menjadi kebutuhan yang sangat langka untuk dipenuhi. Direktur Penglolaan Logistik dan Peralatan BNPB, Bambang Surya Putra menyatakan kebutuhan pangan tetap menjadi prioritas dalam distribusi bantuan. BNPB menekankan pentingnya makanan bergizi seimbang bagi warga terdampak.
Menurut Bambang, bantuan protein seperti sarden dan kornet dinilai sangat dibutuhkan. Walaupun, pihaknya tetap memastikan distribusi logistik terus dipercepat ke kabupaten terdampak. Bambang mengaku pihaknya juga akan memfasilitasi bantuan untuk memastikan bahwa semua fungsi mendapatkan makanan dengan gizi yang baik. Dia menyebut 358 ton bantuan logistik telah masuk ke Sumatra Utara. Bambang merinci bantuan logistik itu terdiri dari 304 ton pangan dan 53 ton non-pangan. BNPB juga menyalurkan satu ton obat-obatan. Sedangkan stok bantuan logistik saat ini ada sekitar 50 ton tersedia di Bandara Silangit. Ia memastikan bantuan tambahan juga terus berdatangan dari berbagai daerah. BNPB, sambung Bambang, kini tengah juga menghitung kebutuhan logistik untuk satu pekan ke depan.
Diketahui, korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor diwilayah Sumatera Utara (Sumut) terus bertambah. Sebanyak 13 kecamatan dari empat kabupaten/kota diwilayah tersebut masih terisolasi. Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni mengatakan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat korban meninggal bertambah 12 jiwa. Bila diakumulasikan hingga Minggu (7/12/2025), totalnya korban meninggal dunia 330 jiwa.
