Hari ini, 20 Oktober 2025, genap setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Berbagai akselerasi program prioritas dan kebijakan pro rakyat terus digenjot sebagai ‘masterpiece’ di tahun pertama pemerintahan. Salah satu yang paling disorot adalah program makan bergizi gratis atau MBG yang menyasar siswa sekolah, dengan tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan gizi anak di sekolah. Program MBG resmi dimulai pada 6 Januari 2025, yang dilaksanakan secara bertahap hingga mencakup seluruh jenjang pendidikan, dimulai dari PAUD hingga SMA/sederajat di semua wilayah kabupaten/kota di Indonesia dengan mempertimbangkan kesinambungan fiskal.
Dalam pelaksanaannya, MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyiapkan menu makan sehat dari sumber pangan lokal, melalui pemberdayaan UMKM dalam penyediaan rantai pasok makanan bergizi untuk mendorong ekonomi lokal dan memastikan ketersediaan makanan yang segar dan berkualitas.
Berdasarkan data pemerintah, pencapaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) per Oktober 2025 meliputi penyerapan anggaran sekitar Rp 26,25 triliun (36,97% dari total Rp 71 triliun) dan menjangkau 36,2 juta penerima manfaat. Program ini juga telah menciptakan sekitar 290.000 lapangan kerja, dan mencapai target operasional SPPG yang melebihi target. Pencapaian yang menurut Presiden Prabowo Subianto sebagai ‘prestasi kecil’ yang membanggakan di setahun umur pemerintahannya dan menjadi perbincangkan publik internasional.
