Kesaksian: Wanti-wanti Bangunan Rapuh Tak Digubris Ponpes Sidoarjo

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mengaku sudah sejak lama mengkhawatirkan kondisi bangunan pondok yang akhirnya ambruk, Senin (29/9). Mereka menilai konstruksi gedung tidak kokoh dan sempat memperingatkan pihak pondok agar lebih memperhatikan aspek keamanan, namun hal itu tak digubris. Salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi mengatakan, saat peristiwa itu terjadi, ia merasakan getaran kuat seperti gempa bumi.

Warga tersebut menambahkan bangunan ambruk itu diduga dibangun tanpa dasar bangunan atau fondasi yang mumpuni seperti fondasi jenis paku bumi atau pondasi cakar ayam yang biasa digunakan untuk bangunan bertingkat. Sebelum bangunan bertingkat itu dibangun, masyarakat sekitar sudah memperingatkan agar pondok menggunakan fondasi yang kuat. Namun, sambungnya, masukan warga itu tidak digubris pihak ponpes. Adapun dalam pembangunan, diduga pihak ponpes hanya menggunakan fondasi sepatu atau pondasi tapak foot plate. Fondasi sepatu itu adalah jenis fondasi dangkal berbentuk persegi atau persegi panjang yang terbuat dari beton bertulang.

Search