Deputi di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Meinarti Fauzie, mengungkapkan bahwa 90 persen emisi dari sektor transportasi berasal dari aktivitas di darat. Dimana secara keseluruhan, sektor transportasi berkontribusi sekitar 22 hingga 27 persen dari total emisi sektor energi.
Dominasi emisi dari transportasi darat tidak lepas dari tingginya jumlah kendaraan pribadi di Indonesia. Saat ini, jumlah kendaraan bermotor tercatat mencapai sekitar 164,5 juta unit, dengan mayoritas berupa sepeda motor dan mobil pribadi. Ketergantungan terhadap kendaraan berbasis bahan bakar fosil juga berdampak signifikan terhadap peningkatan emisi karbon. Bahkan, emisi karbon dioksida (CO2) dari kendaraan pribadi disebut telah melampaui 108 juta ton per tahun.
Di tengah dominasi kendaraan pribadi, sektor logistik juga menyimpan persoalan tersendiri. Truk yang jumlahnya relatif kecil justru menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar. Urban Mobility Manager WRI Indonesia, Dimas Fadhil, mengungkapkan bahwa populasi truk di Indonesia hanya sekitar 4 persen dari total kendaraan bermotor. Namun kontribusinya terhadap emisi mencapai sekitar 40,56 persen. Selain berdampak pada lingkungan, tingginya penggunaan truk diesel juga membebani anggaran negara melalui subsidi bahan bakar solar yang mencapai puluhan triliun rupiah.
