Nilai tukar rupiah ditutup menguat 54 poin ke level Rp 17.694 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.748 per dolar AS, pada Jumat (21/8). Analis menyebut kebijakan Departemen Keuangan AS yang meningkatkan program pembelian kembali (buyback) surat berharga negara (US Treasury) jangka panjang jadi salah satu faktor yang membuat rupiah menguat.
Ketegangan geopolitik AS‑Iran meningkat karena Donald Trump mengancam perang ekonomi terhadap Iran dan sekutunya, sementara Uni Emirat Arab menangguhkan semua transaksi keuangan dengan Tehran, menambah tekanan pada pasar keuangan global. Kredit perbankan Indonesia tumbuh 13,58 % yoy pada Juli berkat insentif likuiditas dan kebijakan makroprudensial BI, namun defisit transaksi berjalan melebar dan risiko inflasi pangan akibat El Niño serta kekeringan dapat menurunkan daya beli dan kepercayaan konsumen.
