Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menyampaikan bahwa pencarian terhadap anak-anak yang diduga disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih belum menemukan titik terang. Ia memastikan para korban belum kembali dan membantah klaim kelompok bersenjata yang menyebut warga sipil korban penembakan sebagai mata-mata TNI. Menurutnya, klaim tersebut merupakan upaya menakut-nakuti masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak sembilan anak perempuan berusia 13–17 tahun diduga menjadi korban penyanderaan oleh kelompok bersenjata OPM di Distrik Jila. Informasi tersebut disampaikan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak pada 19 Agustus 2026 berdasarkan laporan yang diterima pihak kepolisian.
