Informasi Kebencanaan Harus Masuk ke Semua Level Pendidikan

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang paling mematikan di Indonesia, selain banjir dan tanah longsor. Sepanjang 2024, Indonesia diguncang gempa bumi sebanyak 7.358 kali, sebanyak 20 gempa merusak terjadi di beragam wilayah. Pakar Kebencanaan, Adi Maulana kepada Pro 3 RRI mengatakan, Indonesia salah satu negara dengan potensi bencana alam yang bisa menimbulkan tsunami besar. Karena itu sudah saatnya memiliki sebuah mekanisme edukasi yang harus dimulai sejak usia dini, sehingga informasi soal kegempaan, kebencanaan dan mitigasi sudah diketahui anak-anak Indonesia.

Beberapa sekolah di Indonesia, lanjutnya, sudah melakukan sosialiasi kebencanaan kepada siswa dan bahkan ada beberapa diantaranya memasukkan ke dalam kurikulum. Instrukasi Presiden, lanjutnya, lewat Rencana Induk Penanggulangan Bencana harusnya informasi tentang bencana sudah diajarkan  dan masuk ke dalam kurikulum ke semua level pendidikan. Dikabarkan sebelumnya, sejak akhir 2024, BMKG mencatat telah terjadi setidaknya 30 gempa bumi yang berkekuatan lebih dari 5,0 magnitudo di beragam tempat di Indonesia.

Bukan hanya menimbulkan kerusakan bangunan, gempa bumi juga menimbulkan banyak korban jiwa. Sepanjang 2023, sekitar 104.226 orang terdampak dan mengungsi akibat gempa bumi di Indonesia. Angka ini belum termasuk 82 korban luka-luka dan enam meninggal dunia. Salah satu gempa bumi terbesar di Indonesia terjadi di Aceh pada 2004 silam. Gempa berkekuatan 9,1 skala Richter (SR) ini menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu pesisir Aceh dan menelan korban hingga ratusan ribu jiwa. Bukan hanya di Indonesia. Di belahan bumi lain, pada Januari lalu, gempa berkekuatan 7,1 SR mengguncang Tibet dan menewaskan sedikitnya 126 orang.  Lalu, pada Februari 2023, gempa berkekuatan 7,8 SR melanda Turki dan Suriah. Ini menjadi gempa yang paling mematikan dalam satu dekade terakhir, dengan lebih dari 59.000 korban tewas di kedua negara.

Search