Industri Kimia hingga Tekstil Berisiko Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia

Kenaikan harga minyak mentah dunia ke level di atas US$100 per barel mulai membayangi industri manufaktur Indonesia. Meski sebagian besar energi industri masih mengandalkan batu bara dan listrik, dampak kenaikan minyak tetap berpotensi masuk melalui biaya transportasi, logistik, hingga bahan baku berbasis petrokimia. Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, harga minyak pada kisaran US$100–US$110 per barel belum akan langsung menghantam seluruh sektor industri. Namun, industri kimia, petrokimia, plastik, tekstil, makanan dan minuman, serta sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap logistik akan lebih cepat merasakan tekanannya.

Search