Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan pemerintah perlu mempercepat realisasi belanja negara untuk meningkatkan penyaluran kredit perbankan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Ia menjelaskan, permintaan kredit pada periode tersebut biasanya banyak didorong oleh kebutuhan konsumsi rumah tangga dan peningkatan aktivitas usaha, sehingga meningkatkan kredit pada segmen konsumsi dan pembiayaan perdagangan.
Rizal menambahkan, di tengah penurunan tipis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2025 menjadi 123,5 dari 124 pada bulan sebelumnya, serta kondisi daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, kebijakan pemerintah berperan penting untuk memperkuat permintaan kredit pada kuartal I 2026. Selain mempercepat realisasi belanja negara, pemerintah juga perlu memperkuat program bantuan yang bersifat produktif serta meningkatkan dukungan fiskal bagi UMKM dan sektor usaha penyerap tenaga kerja agar dapat memperbaiki likuiditas dan prospek pendapatan masyarakat.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit perbankan pada 2025 tumbuh sebesar 9,69 persen (year-on-year), masih berada dalam kisaran prakiraan BI sebesar 8–11 persen (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06 persen (yoy), 4,52 persen (yoy), dan 6,58 persen (yoy).
