Fakta-Fakta OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Sekda Ikut Ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (3/3) dini hari di Semarang, Jawa Tengah. OTT tersebut menjerat kepala daerah dan aparatur pemerintahan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Tim penindakan KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq beserta ajudan dan orang kepercayaannya di Semarang, Selasa dini hari. OTT itu menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Paralel dengan penangkapan, tim KPK menyegel sejumlah kantor termasuk kantor bupati. Kasus yang sedang diungkap KPK lewat OTT tersebut berkaitan dengan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Setelah melakukan pemeriksaan awal di Pekalongan, KPK memutuskan untuk membawa 11 orang yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Pekalongan ke Jakarta. Satu di antara mereka ada Sekretaris Daerah Mohammad Yulian Akbar. Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB. KPK menyita Barang Bukti Elektronik (BBE) dan kendaraan roda empat dalam OTT terhadap Bupati Fadia Arafiq dan kawan-kawan.

Partai Golkar buka suara soal operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Pekalongan yang juga kader Golkar, Fadia Arafiq. Sekjen Golkar Sarmuji mengatakan pihaknya prihatin sekaligus menyesal ada kader yang terkena OTT yang terjadi di bulan Ramadan ini. Oleh karena itu, dia meminta kader lain Golkar yang mendapat amanat jabatan publik untuk melaksanakan tugasnya sesuai koridor tata pemerintahan yang baik dan tak melanggar hukum.

Search