Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu menghentikan seluruh aktivitas impor bahan bakar minyak (BBM) dalam dua hingga tiga tahun ke depan guna memperkuat kemandirian energi nasional. Prabowo pun mendorong pengalihan pembangkit listrik tenaga diesel untuk menjadi energi baru terbarukan (EBT) serta elektrifikasi kendaraan.
Ia menjelaskan target tersebut akan dicapai melalui program elektrifikasi 100 gigawatt yang diharapkan tuntas dalam dua tahun. Program ini mencakup penutupan 13 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) milik PLN yang selama ini mengonsumsi solar dalam jumlah besar. Selain elektrifikasi pembangkit, pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan listrik serta pemanfaatan sumber energi terbarukan lain, seperti pengolahan kelapa sawit dan minyak jelantah menjadi avtur. Prabowo menegaskan bahwa investasi besar-besaran akan dialokasikan untuk pembangunan pusat-pusat pengolahan atau refinery guna mendukung transformasi tersebut.
Salah satu contoh upaya mendorong ekosistem kendaraan listrik, Presiden telah meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang. Melalui peningkatan kapasitas produksi hingga mencapai 10.000 unit bus per tahun, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem otomotif nasional sekaligus menaikkan standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga menyentuh angka 80 persen.
