Untuk mengurangi penyebaran Human Papillmavirus (HPV) kepada siswa SMP, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaksanakan pencanangan program imunisasi kejar virus tersebut, pada Senin (20/1/2025). Proses imunisasi itu dilakukan di SMPN 141 Jakarta. Wakil Kepala Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia menyebutkan, imunisasi yang dilakukan merupakan upaya untuk mengurangi dampak penyakit kanker serviks di 2030 mendatang. Proses pelaksanaan imunisasi ini juga sudah ditargetkan, kepada puluhan kecamatan hingga ribuan pelajar SMP. Ia menjelaskan, DKI Jakarta telah melaksanakan pemberian imunisasi HPV bagi siswa sejak 2016 lalu. Kegiatan ini rutin dilakukan di setiap bulan Agustus dan November.
Dibalik itu, terdapat angka kematian yang disebabkan oleh kanker leher rahim di DKI Jakarta, sepanjang 2024. Tercatat, angka kematian tersebut sebanyak 250 atau 1,2 persen dari total kematian pada wanita. Maka dari itu, Dinkes DKI Jakarta menargetkan 40 ribu lebih siswa SD yang belum menerima imunisasi HPV. Tentunya Dwi mengajak masyarakat umum, untuk ikut berpartisipasi dalam mendukung proses imunisasi untuk anaknya. Tentunya dengan adanya kegiatan ini, kesehatan masyarakat akan menumbuhkan generasi yang produktif, inovatif, dan kreatif.
Tentunya program ini bisa mendukung tumbuhnya Jakarta sebagai kota global, sesuai dengan visi besar yang ingin dicapai. Sebaliknya, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho menjelaskan, terdapat lebih dari 6 ribu siswi yang belum menerima imunisasi HPV. Namun, Ali meminta keterlibatan perangkat daerah seperti ibu-ibu PKK untuk mensukseskan program tersebut.