KONFLIK di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU belum menemui titik temu penyelesaian. Gonjang-ganjing ini terjadi ketika Syuriyah sebagai lembaga tertinggi di struktur PBNU yang dipimpin Rais Aam, mengeluarkan risalah rapat harian yang meminta agar Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mundur dari jabatan ketua umum.
Rapat harian Syuriyah PBNU berdalih Yahya melanggar aturan organisasi ketika menghadirkan tokoh zionisme dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU beberapa waktu lalu. Laporan keuangan organisasi keagamaan ini juga turut dipersoalkan.
Menindaklanjuti risalah rapat itu, Syuriyah PBNU kemudian mengeluarkan surat edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025, yang pada intinya memberhentikan Yahya sebagai Ketua Umum PBNU. Surat edaran itu ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir pada Selasa, 25 November 2025. Yahya menentang keputusan yang dikeluarkan oleh Syuriyah PBNU tersebut. Dia berkukuh tidak akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU meskipun dimakzulkan oleh Syuriyah.
