Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf membuka Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Rakyat 2025 di Bandung. Kegiatan berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat, Senin (27/10/2025). Gus Ipul sapaan akrab Mensos menjelaskan pelatihan ini menyiapkan pimpinan sekolah masa depan yang inovatif dan visioner. Tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Gus Ipul menambahkan, Sekolah Rakyat hadir bagi yang belum tersentuh pembangunan. Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan lima kompetensi Kepala Sekolah Rakyat. Pertama, kompetensi kepribadian, yaitu integritas, disiplin, dan kepribadian kuat. Kompetensi ketiga adalah supervisi. Kepala sekolah harus membimbing, mengawasi, dan mengevaluasi pembelajaran serta kinerja guru. Keempat, kompetensi kewirausahaan. Kepala sekolah wajib mengidentifikasi peluang, mengambil risiko, dan mengembangkan sekolah secara inovatif.
Kelima, kompetensi sosial. Kepala sekolah perlu membangun hubungan harmonis dengan seluruh SDM dan masyarakat. Gus Ipul menjelaskan Sekolah Rakyat adalah miniatur pengentasan kemiskinan terpadu. Di Sekolah Rakyat, anak disekolahkan, orang tua diberdayakan, dan rumah diperbaiki. Keluarga juga didorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih, mendapat bansos dan jaminan kesehatan.
Kepala Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Sugito Adiwarsito mengatakan pelatihan berlangsung 110 jam pembelajaran. Peserta belajar mandiri, diskusi, dan kunjungan ke sekolah rujukan untuk memecahkan masalah. Sebanyak 95 Kepala Sekolah Rakyat mengikuti pelatihan selama 9 hari, mulai Minggu 26 Oktober hingga Senin 3 November. Peserta mempelajari praktik manajemen sekolah dan inovasi pendidikan. Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin. Hadir pula Kepala Pusat Pendidikan dan Pengembangan Profesi Hasim, serta stakeholder terkait lainnya.
