Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) Joao Angelo De Sousa Mota mengungkap alasan mengapa akhirnya memilih kendaraan impor dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Salah satunya terkait harga jauh lebih terjangkau dibanding sederet pikap yang banyak beredar di dalam negeri. Joao menyampaikan selisih harga untuk pikap 4×4 yang berhasil ia peroleh mencapai 50 persen lebih murah. Namun saat ditanya soal detail harga pikap impor India tersebut, ia enggan mengungkapnya karena terikat perjanjian kerahasiaan (NDA).
Ia hanya membenarkan nilai kontrak pengadaan proyek ini mencapai Rp24,66 triliun. Lantas jika menggunakan kontrak dengan produsen lokal, Agrinas mengkaji, nilai itu diprediksi akan lebih besar. Pengadaan tersebut melibatkan dua merek otomotif ternama asal India yaitu Mahindra & Mahindra (Mahindra) dan Tata Motors. Semua model yang diimpor dengan spesifikasi penggerak 4×4, sedangkan spesifikasi pikap yang telah diproduksi banyak produsen di Tanah Air jenis 4×2.
Ia menuturkan pikap CBU asal India itu kini sudah mulai didistribusikan untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih di berbagai daerah Indonesia. Joao melanjutkan nantinya pikap-truk impor berjumlah 105 ribu unit itu akan dikirim satu unit per satu Koperasi Merah Putih.
