Board of Peace Dinilai Opsi Realistis bagi Indonesia

Wakil Menteri Luar Negeri periode 2014 Dino Patti Djalal menilai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) merupakan pilihan yang realistis di tengah terbatasnya opsi diplomatik untuk mendorong penghentian konflik di Gaza. Meski sarat risiko, langkah tersebut dipandang sebagai satu-satunya jalur yang tersedia saat ini untuk menjaga peluang perdamaian sekaligus memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dino menyampaikan kesan tersebut usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung dalam suasana terbuka dan dua arah. Ia mengaku terkejut dengan dinamika diskusi yang berlangsung tanpa batasan topik maupun pertanyaan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai risiko, opsi, hingga skenario terburuk turut dibahas secara mendalam. Dino menilai Prabowo bersikap terbuka terhadap masukan, termasuk kritik dan kekhawatiran yang disampaikan para peserta diskusi. Menurut Dino, Prabowo menunjukkan pendekatan yang realistis dalam menyikapi BoP. Ia menilai saat ini tidak ada alternatif lain selain BoP yang berada di atas meja diplomasi internasional, meskipun efektivitasnya belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Dino menegaskan, BoP harus dipahami sebagai sebuah eksperimen politik dan diplomatik, bukan solusi instan untuk mengakhiri konflik Gaza. Risiko kegagalan dinilainya cukup tinggi, mengingat kompleksitas aktor yang terlibat. Yang paling diapresiasi Dino adalah penegasan Prabowo, Indonesia masuk ke dalam BOP dengan sikap hati-hati serta tetap memegang kedaulatan penuh untuk keluar apabila forum tersebut bertentangan dengan prinsip dan kepentingan nasional.

Search