Bapanas Pastikan Geopolitik Hormuz Tidak Ganggu Pangan Strategis RI

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, tidak mengganggu ketersediaan 11 pangan pokok strategis nasional. Stok pangan tetap aman, sebagaimana disampaikan oleh Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, di Kementerian Pertanian, Selasa. Pemerintah menegaskan bahwa gangguan jalur perdagangan internasional di kawasan tersebut belum memberikan tekanan signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Berdasarkan proyeksi neraca pangan, semua komoditas pangan pokok berada dalam kondisi aman, dan komoditas yang masih diimpor tidak berasal dari Timur Tengah. Sebelas komoditas pangan pokok strategis tersebut meliputi beras, jagung pakan, cabai rawit, cabai besar, daging ayam, telur ayam, bawang merah, gula konsumsi, kedelai, bawang putih, serta daging sapi dan kerbau.

Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan, dengan porsi impor yang relatif kecil. Total impor sekitar 3,5 juta ton dibandingkan produksi nasional 73 juta ton atau sekitar 4,8 persen. Jika dibandingkan dengan kebutuhan nasional sebesar 68 juta ton, porsinya sedikit di atas 5 persen.

Menurutnya, batas maksimal impor dalam definisi swasembada pangan mengacu pada ketentuan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebesar 10 persen, sehingga Indonesia masih berada dalam kategori swasembada. Total impor tersebut terdiri atas kedelai sekitar 2,6 juta ton, bawang putih 600 ribu ton, dan daging ruminansia 350 ribu ton, sementara produksi 11 komoditas pangan mencapai sekitar 73,7 juta ton per tahun.

Search