Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melakukan analisis untuk menggali respons masyarakat di media sosial terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92) per 10 Juni 2026. Analisis tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat merespons kebijakan itu secara negatif serta menyoroti dampak pergeseran pengguna Pertamax ke BBM bersubsidi jenis Pertalite.
Indef menjelaskan, respons negatif masyarakat terhadap kenaikan harga Pertamax tercermin dalam tiga bentuk emosi, yakni marah, takut, dan sedih. Rasa marah menjadi emosi yang paling dominan karena kenaikan harga yang mendadak dianggap semakin menyulitkan kondisi ekonomi masyarakat. Pernyataan pemerintah yang menyebut kondisi tetap aman, sementara sebagian masyarakat merasakan situasi yang berbeda, menjadi salah satu pemicu kemarahan publik. Selain itu, banyak masyarakat menilai kondisi ekonomi saat ini sedang sulit sehingga kenaikan harga BBM dianggap sebagai tambahan beban.
