Seluas 250 hektar areal persawahan di Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali memperoleh pasokan air irigasi setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoperasikan pompa air bertenaga surya. Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Nino. Pompa mulai dioperasikan sejak 29 Juli 2026 sebagai bagian dari strategi Kementerian PU dalam memastikan ketersediaan air irigasi untuk mendukung program swasembada pangan. Pemanfaatan energi surya juga menjadi alternatif untuk menekan biaya operasional pompa dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
