Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan penyelesaian 1.703 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dalam kurun waktu 2026-2028. Untuk mempercepat penyusunan RDTR tersebut, Kementerian ATR/BPN menyiapkan kerja sama dengan perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN Ossy Dermawan mengatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi diperlukan karena kebutuhan penyediaan RDTR dalam jumlah besar.
Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana mengatakan, dari target 1.703 RDTR tersebut, sebanyak 500 RDTR ditargetkan dapat diselesaikan pada 2026. Suyus mengatakan, Kementerian ATR/BPN telah meminta kesediaan 40 perguruan tinggi untuk terlibat dalam penyusunan RDTR. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 perguruan tinggi telah menyatakan kesediaannya. Rinciannya, 20 PTN dan 18 PTS yang tersebar di seluruh Indonesia.
