Dewan Pertimbangan Presiden

DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN

Menilik Tantangan Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Sumba Timur

Pulau Sumba memiliki kondisi alam yang unik, dengan curah hujan yang hanya tiga bulan dalam setahun, pemenuhan kebutuhan pangan baik yang berasal dari pertanian maupun peternakan dalam menghadapi tantangan ketersediaan air. Meskipun Pulau Sumba memiliki tantangan ketersediaan air, dengan bentang alam yang dimilikinya, Pulau Sumba memiliki potensi yang begitu besar dalam hal peternakan dan pertanian organik. Bapak Jan Darmadi, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, bersama dengan rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumba Timur pada tanggal 2 s.d. 5 Agustus 2016 untuk menggali data dan informasi terkait kondisi pertanian organik dan peternakan di Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Timur.

Pada kunjungan kerja tersebut, rombongan Dewan Pertimbangan Presiden berkesempatan melakukan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur. Hadir mewakili pihak Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Bapak Umbu Lili Pekuwali, Wakil Bupati Sumba Timur beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Pada diskusi tersebut terungkap kekhawatiran akan meledaknya hama belalang di Sumba Timur. Saat ini sudah 677 titik di enam kecamatan yang terserang hama belalang. Dr. Hermanu Triwidodo, Staf Ahli Anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengingatkan pentingnya pengendalian hama belalang tersebut dengan cara-cara organik, karena pengendalian hama dengan pestisida dapat menyebabkan pakan ternak di padang rumput terkontaminasi racun. Selain itu, kecenderungan penggunaan pestisida diduga dapat memperparah ledakan hama belalang tersebut.

Rombongan Wantimpres berkesempatan pula mengunjungi komunitas MaxFM, komunitas radio yang memiliki fokus pada pertanian organik. Radio Max FM berdiri sejak Tahun 2003, dan seiring berjalannya waktu berdiri pula MaxFM Foundation yang bergerak di bidang pertanian organik. Pada kunjungan ke MaxFM, Bapak Jan Darmadi berkesempatan untuk berdiskusi dengan kelompok Wanita Tani Marangga Pandulang yang merupakan binaan dari komunitas MaxFM. (ARS)