Habib Luthfi Memberikan Penguatan Wawasan Kebangsaan pada Personel Polres Garut

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, M. Luthfi Ali Yahya (Habib Luthfi) memberikan Penguatan Wawasan Kebangsaan Personel Polres Garut yang dilaksanakan di Markas Polres Garut (12/02) di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan yang dibuka dengan sambutan dari Kapolres Garut AKBP Wirdhanto dan pembacaan kitab suci Al Quran tersebut sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang akan jatuh pada 28 Februari 2022.

Habib Luthfi mengingatkan bahwa Peristiwa Isra’ Mi’raj telah membawa pesan untuk kembali mengingat fase-fase sejarah pembangunan tempat peribadatan di kedua kota suci, Mekkah dan Yerussalem. Mekkah dibangun oleh Nabi Ibrahim sendiri, sedangkan Yerussalem dibangun oleh keturunan-keturunan Nabi Ibrahim. Peristiwa tersebut telah menjadi momen sebagai pengingat untuk tidak melupakan sejarah, termasuk sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Perjuangan leluhur bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan harus dirawat terus menerus secara estafet oleh bangsa Indonesia. Termasuk diantaranya untuk merawat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai bangsa yang menghormati kemanusiaan karena tidak pernah melakukan penjajahan terhadap bangsa lainnya di dunia. Kebanggaan terhadap identitas bangsa juga harus dipertahankan. Bendera Merah Putih harus dihormati bukan hanya karena lambing negara, tetapi juga representasi harga diri segenap bangsa Indonesia. Bersikap hormat artinya memberikan penghormatan dan menjaga harga diri segenap bangsa Indonesia itu sendiri.

Terakhir, pada kesempatan tersebut Habib Luthfi juga berpesan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang terbuka, boleh saja menuntut ilmu ke seluruh penjuru dunia, seperti Timur Tengah, Amerika, atau Eropa. Akan tetapi hal tersebut jangan sampai mengurangi jati diri dan kebanggaan pada Tanah Air sendiri. Bangsa Indonesia harus mencontoh air laut. Berapa banyak pun air tawar yang mengalir ke laut, namun tidak akan dapat mengubah rasa air laut yang tetap asin. Begitu pula bangsa Indonesia harus tetap teguh memegang prinsip bangga dan cinta pada Tanah Air Indonesia. (AB)