Produksi garam nasional Indonesia periode 2019-2024 berfluktuasi drastis, dengan puncak tertinggi mendekati 2,5 juta ton dan penurunan tajam di bawah 1 juta ton pada tahun-tahun tertentu akibat faktor cuaca (La Nina). Produksi sempat anjlok di tahun 2020-2021 namun kembali meningkat pada 2023 dan mencapai 2,04 juta ton pada 2024.
