Kementerian Sosial (Kemensos) membutuhkan lebih banyak Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk menjembatani masyarakat yang belum mampu menggunakan layanan pendaftaran bantuan sosial (bansos) secara digital. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal ini saat mewisuda lulusan Poltekesos Bandung di Sabuga, Kota Bandung. Ia mengajak masyarakat luas untuk mendaftar sebagai relawan Agen Perlinsos guna membantu proses verifikasi dan pendaftaran calon penerima bansos.
Kebutuhan pendampingan ini dinilai sangat mendesak meny meny meny meny meny mengingat hasil uji coba di Banyuwangi menunjukkan kurang dari 10 persen masyarakat yang mampu mendaftar secara mandiri. Sebagian besar warga masih bergantung pada bantuan Agen Perlinsos untuk menyelesaikan proses digitalisasi tersebut. Oleh karena itu, kehadiran relawan pendamping menjadi krusial dalam mendukung kelancaran transisi ke sistem digital.
Uji coba digitalisasi bansos ini ditargetkan meluas ke lebih dari 250 kota pada Oktober 2026, dengan harapan seluruh kabupaten/kota sudah terintegrasi pada akhir tahun. Langkah percepatan digitalisasi data ini dijalankan oleh tim arahan Presiden Prabowo Subianto di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, guna menghasilkan data penerima yang akurat dan tepat sasaran.
