Investasi Perdamaian di Sekolah

Hari Perdamaian Internasional mengangkat tema “Investing in peace — for everyone, everywhere, every day” yang menekankan bahwa perdamaian adalah proses investasi jangka panjang melalui perawatan, penantian, dan perbaikan. Perdamaian tidak hanya menjadi agenda global atau wilayah konflik, tetapi juga harus hadir di ruang terdekat seperti sekolah yang merupakan miniatur masyarakat. Sekolah yang tenang belum tentu damai karena konflik tersembunyi, seperti kekerasan kultural atau struktural menurut Johan Galtung, dapat meninggalkan luka jika tidak diselesaikan.

Sekolah Sukma Bangsa Sigi mewujudkan konsep everyday peace melalui manajemen konflik berbasis sekolah (MKBS). Kepala sekolah, guru, staf, siswa, hingga orang tua dilibatkan untuk mengelola perbedaan secara konstruktif melalui komunikasi nirkekerasan, empati, dialog, dan penyediaan ruang aman. Perdamaian dihidupkan lewat hal-hal kecil sehari-hari, seperti mendengarkan aspirasi, memberi kesempatan menjelaskan kesalahan, hingga berkolaborasi menyelesaikan masalah bersama.

Praktik perdamaian harian ini diuji ketika dinamika manusia, kelelahan, atau masalah berulang datang, sehingga teori manajemen konflik diubah menjadi kebiasaan nyata. Investasi perdamaian sejati terletak pada manusia, hubungan, dan budaya yang dibangun setiap hari. Melalui pemeliharaan yang konsisten, percakapan dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan akan tumbuh menjadi akar karakter serta budaya hidup bersama yang berkeadilan.

Search