Analis politik Arya Fernandes, berpendapat, pernyataan Ketua Umum Partai demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto dapat mengandalkan Partai Demokrat justru mengonfirmasi adanya ketimpangan peran partai koalisi pemerintah.
“Bayangkan, dua tahun pemerintahan sudah terbentuk, koalisi sudah terbentuk, tiba-tiba Pak AHY berpidato, ‘Jangan ragu Bapak Presiden untuk mengandalkan Partai Demokrat.’,” ucapnya.
Saat ditanya apakah pernyataan tersebut mencerminkan bahwa sebenarnya ada keraguan dari Demokrat, ia mengatakan ada dugaan pembagian peran pada partai koalisi tidak seimbang. Arya kemudian menyinggung saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada periode pertama. “Kita bisa bayangkan, dulu Pak SBY di periode pertama hampir diimpeach oleh DPR, hampir ya, karena kasus Century. Jadi, justru partai-partai koalisilah yang menjadi promotor untuk mengusulkan hak angket Century. Jadi ada Partai Golkar, ada PKS, ada PAN, kalau saya tidak salah ya.” “Nah, jadi pidato (AHY) ini saya kira belum seberapa dibandingkan apa yang terjadi di masa Pak SBY periode pertama atau kedua,” ucapnya.
Arya juga menilai setiap partai politik pasti akan menghitung antara biaya yang dikeluarkan dengan hasilnya, apakah berada di kabinet bakal menguntungkan atau merugikan mereka.
