ASEAN Economist United Overseas Bank Limited (UOB) Enrico Tanuwidjaja meminta Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengevaluasi kebijakan transfer ke daerah (TKD) untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Enrico menyoroti penyusutan anggaran transfer ke daerah sejak 2025. Pada tahun ini, Kementerian Keuangan mengalokasikan anggaran TKD sebesar Rp 696,9 triliun. Nilainya menyusut 17,9 persen dibandingkan realisasi pada 2025 sebesar Rp 849 triliun. Realisasi TKD pada tahun lalu pun menyusut dibandingkan pada 2024 sebesar Rp 863,5 triliun dan pada 2023 sebesar Rp 881,4 triliun.
Dukungan pendanaan dari pusat penting karena setiap daerah memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Sebab, dana TKD jika dikelola dengan mumpuni mampu menciptakan multiplier effect. Secara garis besar, Enrico mengatakan kepastian hukum dan perizinan menjadi persoalan yang menyebabkan investor berhati-hati. Dia menambahkan sejak 2025, investor cenderung berinvestasi pada proyek energi hijau.
