Meski Pemilihahan Umum 2029 masih jauh, namun denyutnya terasa sejak sekarang. Setidaknya bagi partai politik pendukung yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju Plus. Koalisi ini menguasai lebih dari 81 persen kursi DPR.
Namun, masa “bulan madu” pemerintahan baru tidak berjalan mulus karena program prioritas kampanye seperti makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih mengalami banyak hambatan. Gaya kepemimpinan Prabowo yang keras terhadap pengkritik turut memperburuk citra pemerintah, sehingga tingkat kepuasan publik berdasarkan survei Tempo Data Science merosot tajam dari 75 persen pada Desember 2025 menjadi hanya 37 persen pada Agustus 2026.
Survei tersebut menunjukkan penurunan kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo berdampak langsung pada elektabilitas partai-partai pendukungnya. Beberapa partai besar seperti Demokrat dan Golkar mengalami penurunan dukungan, sementara sebagian lainnya relatif stabil. Untuk meredam sentimen negatif, para elite politik termasuk Ketua Umum Bahlil Lahadalia berupaya mengatur strategi komunikasi dan konsolidasi internal agar tetap menjaga posisi di tengah menurunnya kepercayaan publik.
