Tulisan “Risiko Politik, Momok Dunia Usaha” yang terbit pada Kompas tanggal 10 September 2026 menunjukkan dunia usah kita menghadapi risiko politik yang makin menguat dan meluas.
Hal ini tidak hanya muncul dari kebijakan langsung pemerintah, tetapi juga terbentuk dari meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan, stabilitas institusi, atau respons kekuasaan terhadap persepsi perusahaan.
Selain itu, kepastian hukum dan komunikasi kebijakan yang tidak konsisten antar kementerian memperlebar jarak kepercayaan antara pemerintah dan pelaku usaha. Rhenald Kasali dari FEB UI mengatakan, pemerintah tidak akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi jika tidak berhasil menarik modal asing sekaligus menjaga modal domestik tetap bertahan dan berekspansi di dalam negeri. Yang perlu dibenahi salah satunya persepsi negatif sebagian elite pemerintahan terhadap dunia usaha.
Persepsi negatif sebagian elite terhadap dunia usaha semakin memperburuk iklim investasi, sehingga modal asing sulit masuk dan modal domestik enggan berekspansi. Lemahnya checks and balances antarlembaga juga menambah biaya berbisnis dan menekan daya saing.
