Investor global kembali secara hati-hati ke pasar Indonesia setelah gejolak yang terjadi awal tahun ini. Pemulihan signifikan terjadi pada aset-aset lokal seiring langkah pembuat kebijakan untuk memulihkan stabilitas. Mengutip Bloomberg, dana asing terus membeli obligasi negara selama empat bulan berturut-turut. Nilai tukar rupiah telah menguat lebih dari 3,5% dari rekor terendah pada Juni, dan pasar saham tampak siap mencatatkan arus masuk modal masuk.
Manajer dana seperti Invesco, PPM America dan Allianz mulai mengurangi posisi underweight atau mengambil sikap tactical overweight di ekuitas, sementara pasar obligasi menunjukkan optimisme paling nyata berkat langkah Bank Indonesia meningkatkan daya tarik surat utang domestik. Namun, keyakinan investor masih tergantung pada pelaksanaan kebijakan fiskal, transparansi yang dijanjikan MSCI, dan stabilitas eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed serta ketegangan geopolitik, sehingga mereka menahan penambahan eksposur signifikan hingga ada bukti perubahan permanen.
