Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani mendesak pemerintah untuk memperhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, hingga lansia ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi. Sebab, karhutla yang terjadi meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap dan polusi udara.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah yang terdampak karhutla tembus 50.891 kasus sejak pada Juli hingga Agustus 2026. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Andi Saguni mengatakan, pemantauan melalui sistem surveilans tersebut dilakukan sejak Juli ketika karhutla mulai meningkat.
Peningkatan kasus ISPA ini sebenarnya tidak hanya terjadi di wilayah yang memiliki indeks standar pencemar udara (ISPU) tinggi atau menjadi lokasi karhutla. Sebab, kasus ISPA dapat menyebar ke wilayah lain akibat asap karhutla yang terbawa angin meski di wilayah tersebut tidak ditemukan titik api
