Gempa bumi magnitudo 3,5 yang mengguncang Bantul dan sejumlah wilayah Yogyakarta sore ini kembali mengarahkan perhatian pada Sesar Opak. BMKG memastikan gempa berpusat di darat sekitar 11 kilometer timur laut Bantul dengan kedalaman 21 kilometer dan dipicu aktivitas patahan tersebut. Sesar Opak adalah patahan aktif di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama di sekitar aliran Sungai Opak. BMKG menyebut jalurnya membentang sekitar 45 kilometer dari kawasan lereng Gunung Merapi menuju selatan hingga bermuara di Samudra Hindia dekat Pantai Parangtritis, Bantul. Statusnya yang aktif membuat pergerakan batuan di sepanjang zona ini dapat memicu gempa bumi.
Secara sederhana, sesar terbentuk ketika lapisan batuan di kerak bumi mengalami tekanan hingga patah dan bergeser. Tekanan ini dapat menumpuk dalam waktu lama sebelum dilepaskan sebagai energi gempa. Karena sumbernya berada di daratan dan relatif dangkal, gempa dari sesar aktif bisa terasa kuat meski magnitudonya tidak besar.
