Pemerintah bakal melarang sejumlah kelompok masyarakat membeli Pertalite. Aturan pembatasan pembelian BBM bersubsidi tersebut tengah dikaji. Kemarin (11/8), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyambangi kantor Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas rencana pembatasan subsidi Pertalite bagi masyarakat kelas atas. Purbaya mengatakan pembatasan subsidi ini secara spesifik menyasar masyarakat yang berada di kelompok desil 9 dan desil 10, yakni kelompok kaya dan sangat kaya.
Purbaya menjelaskan rencana pembatasan ini masih dalam tahap pengkajian. Salah satu yang masih dibahas adalah evaluasi terhadap sistem penyaluran Pertalite oleh PT Pertamina (Persero). Setelah melihat langsung, Purbaya menilai mekanisme penyalurannya sudah cukup baik. Karenanya, ia menilai pembatasan ini bisa segera dilaksanakan. Dalam kesempatan sama, Bahlil mengakui penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite selama ini tidak tepat sasaran. Masyarakat di kelompok desil 9 dan 10 disebut masih ikut menikmati fasilitas dari negara tersebut.
Bahlil mengatakan langkah ini sudah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, Kementerian ESDM bergerak cepat menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Keuangan. Bahlil juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik meski harga minyak dunia sedang melonjak. Namun, kebijakan berbeda akan berlaku untuk harga BBM nonsubsidi yang disesuaikan secara fluktuatif mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
